Live Chat

November 26, 2020

Berita & Prediksi Bola Jitu dan Seputar Jadwal Bola

Informasi Berita Dunia Sepakbola Terbaru, Prediksi Bola, Jadwal Bola Dan Berita Trending

Arie Untung Membuang Tas Mewah, Usai Presiden Prancis Hina Islam

Artist

Arie Untung Emosi Buang Tas Mewah

Area51india – Arie Untung ikut geram dengan pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang dianggap telah menghina Islam dan Nabi Muhammad SAW. Lewat Instagramnya, Arie melayangkan protes dengan menyingkirkan tas mahal buatan Prancis.

Arie Untung mengatakan produk dari negara yang sudah menghina Nabinya tidak pantas ada di lemarinya. Dia pun meletakkan tas-tas berharga fantastis itu di lantai. Seperti apa postingan Arie Untung? Simak penjelasannya.

Arie Untung Keluarkan Tas Buatan Prancis

Penerbitan Kartun Nabi Muhammad Menjadi masalah

Pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang mendukung penerbitan kartun Nabi Muhammad berbuntut panjang. Sejumlah negara Muslim melayangkan protes dan menyerukan pemboikotan produk Prancis. Hal ini juga yang dilakukan oleh Arie Untung. 

Melalui Instagramnya, Arie yang memang sudah hijrah ikut mengecam pernyataan Emmanuel Macron. Dia memperlihatkan foto-foto tas mahal milik sang istri yang merupakan produksi Prancis berada di lantai.

Karena negaranya menghina Nabiku di bulan kelahirannya, barang-barang recehan brand-brand Prancis ini nggak layak ada di lemari yang pemiliknya sangat mencintai nabinya. Brand-brand ini kastanya langsung jadi ‘paling rendah’,” tulis Arie Untung di keterangan fotonya, Rabu, 28 Oktober 2020.

Ayah tiga orang anak ini mengatakan selama Emmanuel Macron tidak mencabut pernyataannya soal Islam dan Nabi Muhammad, dia tidak akan memakai tas-tas tersebut. Hal ini dilakukan Arie untuk menyadarkan Macron bahwa pernyataannya bisa berdampak besar pada ekonomi negaranya.

Sambil ngingetin, ini adab kebijakan negaranya ya guys. bukan orangnya, ini murni pemimpinnya aja, ga semua org prancis juga setuju sama presidennya.

Emang Bukan salah tas2 ini tapi biar dia tau impact ekonomi yg dihasilkan atas penghinaan ini. Di muslim market brnd Prancis skrg valuenya langsung ‘murah’ kyk ga ada hal lain yg lebih penting aja yg lebih manfaat utk dibahas,” sambung Arie Untung.

Arie Untung Ajak Pakai Produk Lokal

Kisah Pilu di Balik Hijrah Arie Untung-Fenita Arie - Fajar Indonesia Network

Lebih lanjut, Arie mengungkap kalau Prancis merupakan negara dengan pertumbuhan Muslim terbesar di Eropa. Karenanya, pernyataan Marcon tersebut banyak membuat warga di negaranya marah. Tapi suami Fenita Arie ini mengingatkan umat Muslim untuk tidak balik menghina kepercayaan lain. Arie mengingatkan untuk tetap hidup berdampingan dengan damai seperti yang diajarkan Nabi Muhammad.

Prancis Menjadi Negara Eropa Dengan Muslim Terbesar

“Sabar ya teman2 kita sedang masuk fase mulkan jabbariyan. Temen2 muslim jgn response balik hina kepercayaan apapun, kita jd pribadi2 yg sabar. Hidup berdampingan damai dng yg berbeda kepercayaan adalah kelembutan yg diajarkan Rasulullah saw,” lanjutnya.

Di akhir tulisannya, Arie Untung mengajak masyarakat untuk memakai produk-produk lokal. Selain harganya jauh lebih murah, hal ini juga bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sekalian utk naikin ekonomi kita. Mending pake produk dalam negri aja yuk ukm2 banyak yg bagus2. Yg Harganya memang lebih murah, tapi value nya kita sekalian bisa saling membantu pengusaha lokal,” kata Arie.

Allahumma sholli ala muhammad. Jgn sampe kami yg ga layak dpt syafaatmu. Ya Rabb aku ga punya kemampuan apa2 atas penghinaan ini. Cuma ini yg kami mampu. Semoga Kau menyaksikan dmn posisi kami berada,” tandas Arie Untung.

Kasus Pembunuhan Guru Karena Karikatur NaBI Muhammad

Pernyataan kontroversial Macron menyusul kasus pembunuhan guru bahasa Prancis, Samuel Paty, oleh muridnya. Hal ini karena Samuel memperlihatkan konten karikatur Nabi Muhammad dalam pengajaran kebebasan berekspresi.

Arie Untung menjadi salah satu umat Muslim yang memboikot penggunaan produk Prancis. Sebelumnya, negara-negara Islam lainnya sudah lebih dulu melayangkan protes dan mengecam pernyataan kontroversial Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang dianggap menghina umat Islam dan Nabi Muhammad SAW.

%d bloggers like this: