September 27, 2020

Informasi Berita Indonesia dan Dunia Terupdate Hari Ini

Berita Indonesia dan Dunia hari ini, kabar terbaru terkini. Berita aktual, peristiwa, bisnis, bola, tekno, gosip, artis, viral, trending

Fakta Penembakan di jerman yang membunuh 10 orang

Terorsime

Penembakan di Hanau, Jerman

Jerman Terjadi Pada Rabu 19 Februari di 2 lokasi yang berbeda menewaskan 10 orang termasuk pelaku. Jasad pelaku ditemukan pada Kamis 20 Feberuari

Berita Internasional – Penembakan di Hanau, Jerman Terjadi Pada Rabu 19 Februari di 2 lokasi yang berbeda menewaskan 10 orang termasuk pelaku. Jasad pelaku ditemukan pada Kamis 20 Feberuari di rumahnya, ditemui pula mayat yang lain di lokasi yang sama.

Pejabat keamanan Jerman menyebut penembakan merupakan aksi terorisme yang dilakukan oleh ekstremisme kanan.

Berikut fakta- fakta penembakan di Hanau yang dilansir dari bermacam sumber:

Bar Sisha

Penembakan terjadi dekat jam 10 malam di 2 bar shisa, bagi media lokal.

Dalam insiden awal, seseorang tersangka menembaki bar di pusat kota Hanau, menewaskan 3 orang, situs website Deutsche Welle melaporkan. Tersangka kemudian diduga pergi ke lingkungan Kesselstadt dan membebaskan tembakan di tempat kedua, membunuh 5 orang.

Pelaku menembak Ibunya

Laporan kepolisian menyebutkan nama pelaku diketahui Tobias R. Dia ditemui dalam kondisi tewas di rumahnya, bersama ibunya yang berumur 72 tahun. pelaku diduga menembak ibunya lebih dahulu, saat sebelum setelah itu menembak dirinya sendiri.

Rasis

Menteri Dalam Negeri negara bagian Hessen Peter Beuth mengatakan, aparat keamanan dikala ini berpikiran kalau serbuan teror itu bermotif ekstrem kanan.

Pelakon memanglah meninggalkan pesan yang diunggah ke internet saat sebelum aksi penembakan itu.

Dalam dokumen setebal 24 halaman itu, pelakon yang diucap bernama Tobias R., menggambarkan perjalanan hidup dan keyakinan ideologisnya.

Tulisan bernada rasistis itu mengatakan, pelaku sejak kecilnya sudah melihat” masalah dengan sikap beberapa sekian banyak kelompok etnis”. Dia pula mengatakan kalau Islam merupakan suatu yang” destruktif”.

Korban para pendatang

Menurut polisi, sang tersangka menewaskan dirinya sendiri. Tabloid Bild memberi tahu dia merupakan seseorang masyarakat Jerman yang memiliki izin kepemilikan senjata.

Amunisi dan magasin peluru ditemukan di mobilnya.

Lokasi penembakan merupakan tempat berkumpul orang buat menikmati Sisha. Pada dikala kejadian, mayoritas pengunjungnya merupakan etnik Kurdi, yang merupakan pendatang di Hanau.

Rasisme dan Kebencian merupakan Racun

Kanselir Jerman Angela Merkel menyebut aksi penembakan di Hanau, yang membunuh 10 orang, tercantum pelaku berlatar belatang rasisme

” Rasisme adalah racun. Kebencian merupakan racun,” kata Merkel menyitir Deutsche Welle( DW), Jumat( 21/ 2/ 2020).

%d bloggers like this: